Progres Sport – Penyerang muda Barcelona, Hamza Abdelkarim, akhirnya angkat bicara mengenai situasi yang membuatnya belum banyak mendapatkan kesempatan tampil bersama tim utama. Pemain asal Mesir itu menegaskan bahwa minimnya menit bermain bukan disebabkan oleh proses negosiasi kontrak barunya.
Barcelona baru saja memastikan masa depan Abdelkarim dengan memperpanjang kontraknya hingga 2030. Kesepakatan tersebut kemudian diresmikan melalui penandatanganan kontrak dalam sebuah seremoni di markas klub pada Selasa.
Dalam kesempatan tersebut, Abdelkarim menyampaikan ambisinya untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Barcelona.
“Saya ingin mencetak gol untuk tim, bekerja keras, dan berkembang bersama kelompok ini. Sebagai seorang penyerang, saya ingin membantu tim melalui gol-gol saya.”
Target Besar Bersama Barcelona
Abdelkarim juga berbicara mengenai persaingan penghargaan Ballon d’Or yang melibatkan sejumlah pemain Barcelona. Ia menyebut klub memiliki beberapa pemain yang layak meraih penghargaan individu bergengsi tersebut.
Menurutnya, Lamine Yamal merupakan salah satu pemain yang pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Abdelkarim bahkan mengaku menikmati kesempatan berlatih dan bermain bersama winger muda asal Spanyol itu setiap hari.
“Ada banyak pemain di tim yang bisa memenangkannya dan mereka akan pantas mendapatkannya. Namun, kita semua bisa sepakat bahwa jika Lamine menang, itu akan sangat layak. Saya sangat senang bisa bermain bersamanya setiap hari.”
Membayangkan Final Liga Champions di Camp Nou
Abdelkarim juga tidak menutup kemungkinan memiliki momen spesial bersama Barcelona di masa depan. Salah satu impiannya adalah tampil dalam final Liga Champions 2029 yang direncanakan berlangsung di Camp Nou.
Ia mengakui kesempatan tersebut akan menjadi pengalaman luar biasa. Meski demikian, sang penyerang memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan masa depan dan ingin fokus terlebih dahulu pada musim yang sedang dijalani.
“Akan menjadi sesuatu yang luar biasa, sulit dipercaya bisa bermain di final pada 2029. Namun, fokus saya sekarang adalah tahun ini dan persiapan menghadapi Liga Champions musim ini.”
Dapat Dukungan dari Staf Pelatih
Sejak mendapatkan kesempatan berada di lingkungan tim utama, Abdelkarim mengaku mendapat dukungan penuh dari staf kepelatihan Barcelona.
Ia menggambarkan suasana ruang ganti sebagai sebuah keluarga yang turut membantunya meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola level tertinggi.
“Saya merasakan dukungan sejak hari pertama, begitu juga dari seluruh staf pelatih. Ruang ganti seperti sebuah keluarga. Mereka selalu mencari cara untuk meningkatkan performa saya dan membantu perkembangan saya.”
Menurut Abdelkarim, dukungan tersebut membuatnya semakin bersemangat menjalani rutinitas bersama Barcelona.
Sorotan dari Mesir Dianggap sebagai Kepercayaan
Sebagai salah satu pemain muda Mesir yang berada di klub sebesar Barcelona, Abdelkarim juga mendapatkan perhatian besar dari publik di negaranya.
Namun, ia tidak melihat sorotan tersebut sebagai tekanan. Sebaliknya, dukungan masyarakat Mesir dianggapnya sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui penampilan di lapangan.
“Saya tidak menganggapnya sebagai tekanan, tetapi sebagai kepercayaan. Saya bangga dengan warga negara saya atas dukungan mereka dan saya berusaha membuat mereka semakin bangga melalui performa saya.”
Bantah Minim Menit Bermain karena Kontrak
Salah satu isu yang paling menarik perhatian adalah minimnya menit bermain Abdelkarim di tim utama Barcelona. Namanya bahkan dibandingkan dengan Xavi Espart yang dinilai mendapatkan lebih banyak kesempatan tampil.
Abdelkarim membantah anggapan bahwa situasi tersebut berkaitan dengan proses perpanjangan kontraknya.
“Saya tidak merasa bermain lebih sedikit darinya karena masalah perpanjangan kontrak. Espart menjalani musim panas yang luar biasa dan itulah alasan dia bermain. Saya tidak melihat ada kaitannya dengan negosiasi kontrak saya, meskipun ada orang yang mengatakan demikian.”
Abdelkarim sejauh ini memang baru mendapatkan menit bermain yang sangat terbatas bersama tim utama Barcelona dalam pertandingan resmi.
Sebelum kontrak barunya disepakati, sejumlah laporan sempat mengaitkan minimnya kesempatan bermain sang penyerang dengan situasi kontraknya. Salah satu alasan yang disebut adalah klausul pelepasan dalam kontrak sebelumnya yang berada di angka 15 juta euro.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat Barcelona kehilangan pemain muda tersebut dengan nilai relatif rendah jika ia mampu tampil menonjol dan menarik minat klub lain.
Kini, setelah kontrak baru berlaku hingga 2030, nilai klausul pelepasan Abdelkarim disebut meningkat drastis menjadi 150 juta euro. Barcelona pun memiliki kendali yang lebih besar atas masa depan pemain muda tersebut.
Bagi Abdelkarim, fokus berikutnya adalah membuktikan kemampuannya di lapangan dan secara bertahap mendapatkan kepercayaan lebih besar dari tim pelatih.

