Satu Rumah untuk Semua Lapangan

Portugal Andalkan Ronaldo di Piala Dunia 2026, Namun Beban Besar Justru Ada di Pundaknya

cristiano ronaldo
Cristiano Ronaldo (Foto: via Goal.com)

sport.progres.id/ – Timnas Portugal memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada Rabu. Sorotan utama kembali tertuju kepada sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang akan mencatatkan sejarah baru dalam kariernya.

Pada usia 41 tahun, Ronaldo berpeluang menjadi pemain kedua yang tampil di enam edisi Piala Dunia, menyusul pencapaian Lionel Messi yang lebih dulu menorehkan rekor tersebut bersama Argentina.

Catatan itu semakin mempertegas status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun menjelang turnamen kali ini, muncul pertanyaan besar mengenai seberapa besar pengaruhnya terhadap peluang Portugal meraih gelar juara dunia pertama.

Meski masih produktif di depan gawang, Ronaldo tidak lagi berada dalam performa fisik seperti masa-masa terbaiknya. Kecepatan yang dulu menjadi senjata utama mulai berkurang, sementara kontribusinya dalam menekan lawan juga tidak lagi seintens beberapa tahun lalu.

Kemampuannya menciptakan momen-momen penting memang belum hilang sepenuhnya, tetapi level kompetisi yang dijalaninya dalam beberapa musim terakhir turut menjadi sorotan. Sejak meninggalkan Manchester United pada 2022, Ronaldo bermain di Liga Pro Arab Saudi, kompetisi yang dinilai memiliki tingkat persaingan lebih rendah dibandingkan liga-liga elite Eropa.

Situasi tersebut membuat banyak pengamat mempertanyakan apakah Ronaldo masih mampu menjadi pembeda di panggung sebesar Piala Dunia.

Rekor Individu Belum Berbanding Lurus dengan Prestasi Tim

Ronaldo menjalani debut Piala Dunia pada 2006 saat berusia 21 tahun. Ketika itu ia membantu Portugal mencapai semifinal dan mencetak penalti penting dalam kemenangan atas Inggris di perempat final.

Namun sejak menjadi pusat permainan Portugal, hasil yang diraih tim nasional tidak selalu memuaskan. Dalam empat edisi Piala Dunia berikutnya, Portugal dua kali gagal lolos dari fase grup dan tidak pernah lagi melampaui babak perempat final.

Meski demikian, kegagalan tersebut tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada Ronaldo. Portugal dalam beberapa turnamen sebelumnya juga kerap dikritik karena tampil terlalu berhati-hati dan kurang agresif.

Pada Piala Dunia 2018 misalnya, Ronaldo tampil gemilang dengan mencetak empat gol di fase grup. Namun Portugal tetap tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Uruguay.

Catatan yang Masih Menghantui Ronaldo

Ada satu statistik yang terus mengikuti Ronaldo sepanjang kariernya di Piala Dunia. Dari total delapan gol yang dicetak dalam 22 pertandingan, seluruhnya lahir pada fase grup.

Hingga kini, ia belum pernah mencetak gol dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia.

Satu-satunya assist yang dicatatkan Ronaldo di ajang tersebut juga terjadi pada babak grup. Catatan itu kontras dengan Messi yang telah mengoleksi sejumlah gol dan assist penting pada fase-fase penentuan.

Sebagai penyerang murni, Ronaldo memang memiliki karakter berbeda dibandingkan Messi yang lebih sering berperan sebagai kreator serangan. Namun statistik tersebut tetap menunjukkan bahwa kontribusinya di laga-laga krusial Piala Dunia masih menjadi tanda tanya.

Portugal Kini Punya Banyak Senjata

Berbeda dengan beberapa tahun lalu, Portugal saat ini tidak hanya bergantung kepada Ronaldo.

Peran pemain kunci di lini serang mulai bergeser kepada gelandang kreatif Bruno Fernandes. Pemain berusia 31 tahun itu tampil luar biasa sepanjang musim 2025-2026 dengan mencetak sembilan gol dan mencatatkan 21 assist di Liga Inggris, sebuah rekor baru kompetisi tersebut.

Kemampuan Fernandes dalam menciptakan peluang dan mengalirkan bola ke lini depan membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya dalam skuad Portugal saat ini.

Selain Fernandes, Portugal juga memiliki lini tengah yang dipenuhi pemain kelas dunia seperti Bernardo Silva, Vitinha, dan João Neves.

Di sektor pertahanan, kekuatan Portugal juga tidak kalah mengesankan. Ruben Dias dan Gonçalo Inácio menjadi duet andalan di jantung pertahanan, sementara João Cancelo dan Diogo Dalot memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang dari sisi lapangan.

Dengan komposisi skuad yang lengkap, Portugal datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara. Namun jika ingin mengangkat trofi untuk pertama kalinya, mereka kemungkinan membutuhkan versi terbaik Cristiano Ronaldo.

Bagi sang kapten, turnamen kali ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menutup karier internasionalnya dengan pencapaian yang selama ini masih belum berhasil diraih: membawa Portugal menjadi juara dunia.

Exit mobile version