Satu Rumah untuk Semua Lapangan

Son Heung-min Jadi Korban Ejekan Soal Wajib Militer, Timnas Korea Selatan Tutup Akses Media di Piala Dunia 2026

song-heung min
Son Heung-min (Foto: ABC News)

PROGRES.ID – Kontroversi mewarnai perjalanan tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Kapten tim, Son Heung-min, dilaporkan menjadi sasaran komentar merendahkan terkait status wajib militernya, memicu reaksi keras dari federasi sepak bola Korea Selatan dan berujung pada pembatasan akses media terhadap skuad selama turnamen berlangsung.

Menurut sejumlah laporan media pada Selasa, insiden tersebut bermula dari rekaman percakapan dua orang yang diduga jurnalis saat sesi latihan Korea Selatan pada 7 Juni lalu. Rekaman itu secara tidak sengaja tertangkap siaran dan kemudian tersebar luas di Korea Selatan.

Dalam percakapan tersebut, Son menjadi bahan ejekan terkait kewajiban dinas militer yang berlaku bagi warga pria Korea Selatan.

Sebagaimana diketahui, seluruh pria sehat di Korea Selatan umumnya diwajibkan menjalani dinas militer selama sekitar 18 hingga 21 bulan. Namun terdapat pengecualian bagi atlet yang berhasil meraih prestasi internasional tertentu.

Son memperoleh pembebasan dari wajib militer penuh setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas pada ajang Asian Games 2018. Sebagai gantinya, ia menjalani bentuk pengabdian alternatif, termasuk mengikuti pelatihan militer dasar pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 berlangsung.

Meski telah memenuhi kewajiban yang ditetapkan pemerintah, komentar yang muncul dalam rekaman tersebut memicu kemarahan publik Korea Selatan. Tayangan itu kemudian menjadi viral dan memunculkan gelombang kritik terhadap pihak media yang terlibat.

Son Bungkam Usai Laga Perdana

Kontroversi tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Korea Selatan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan pembuka Grup A melawan Republik Ceko, tim Taegeuk Warriors berhasil meraih kemenangan 2-1 berkat gol dari Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.

Meski memiliki sejumlah peluang, Son gagal mencatatkan namanya di papan skor dalam pertandingan yang digelar di Guadalajara, Meksiko tersebut.

Setelah laga berakhir, Son dilaporkan menolak memberikan komentar kepada media, sebuah sikap yang diduga berkaitan dengan polemik yang sedang berkembang.

Federasi Korea Selatan Kecam Komentar Tak Pantas

Menanggapi insiden tersebut, Korea Football Association atau KFA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam ucapan yang dianggap tidak pantas terhadap sang kapten.

Federasi menegaskan bahwa mereka menghormati kebebasan pers dan peran media dalam meliput tim nasional. Namun, KFA juga menekankan bahwa setiap aktivitas jurnalistik harus dilakukan dengan rasa hormat serta mempertimbangkan perlindungan terhadap para pemain.

Dalam pernyataannya, KFA meminta media dan jurnalis menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Federasi juga mengajak seluruh elemen sepak bola Korea Selatan untuk bersatu mendukung tim nasional agar dapat tampil maksimal di panggung Piala Dunia.

“Kami akan terus mengutamakan perlindungan terhadap para pemain dan berupaya menciptakan lingkungan media yang sehat,” demikian salah satu poin dalam pernyataan resmi KFA.

Fokus Hadapi Meksiko

Di tengah kontroversi yang berkembang, Korea Selatan kini berusaha mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Son dan rekan-rekannya dijadwalkan menghadapi tuan rumah Meksiko pada Kamis dalam laga penting yang dapat menentukan peluang mereka melaju ke babak berikutnya.

Meski dihadapkan pada tekanan di luar lapangan, tim asuhan Korea Selatan berharap dapat menjaga konsentrasi dan melanjutkan tren positif setelah kemenangan pada laga pembuka.

Bagi Son Heung-min, insiden ini menjadi ujian tersendiri di luar sepak bola. Namun sebagai pemimpin tim dan salah satu ikon olahraga terbesar Korea Selatan, ia tetap diharapkan menjadi figur sentral dalam perjuangan negaranya di Piala Dunia 2026.

Exit mobile version